kebahagiaan..

Daisypath - Personal pictureDaisypath Anniversary tickers

5/31/09

Tazkirah Birthday



Selamat menyambut hari lahir kepada sahabat-sahabat yang telah dilahirkan dengan jayanya pada bulan 5 mengikut tarikh tahun kelahiran masing-masing :)


Ana mendoakan semoga usia sahabat-sahabat diberkati oleh Allah dan diberikan kejayaan dalam menempuh kehidupan yang penuh dengan ujian dan tribulasi ini. Ingatlah pertambahan umur kalian bukan bermakna kalian semakin meningkat dewasa semata2 akan tetapi juga sebagai satu petanda bahawa telah dekatnya tempoh perjalanan hidup kalian dalam menemui Rabbui Izzati :P


Teruskan perjuangn kalian, permantapkan ilmu serta iman kalian, pertingkatkan amalan kalian serta perhebatkan kebersamaan kalian dalam menegakkan Agama Islam di muka bumi Allah SWT ini Insyallah..



Ucapan khusus kepada


1) Kekanda Dzul Nawawi Munawwir ( abg nawi :P ) 19.5.1986 ( 23 )

2) Adinda Khairul syamrie Saad 25.05.1987 ( 22 )

3) Adinda Abdul Rahman Ahmad Bukhari ( Bidow ) 31.05.1990 ( 19 )

4) Sahabat Syazwan mohd Nor 31.05.1988 ( 21 )

5) Semua sahabat-sahabat yang lahir bulan 5 :D





Mangkuk yang Cantik, Madu dan Sehelai Rambut


Rasulullah SAW, dengan sahabat-sahabatnya Abakar r.a., Umar r.a., Utsman r.a., dan 'Ali r.a., bertamu ke rumah Ali r.a. Di rumah Ali r.a. istrinya Sayidatina Fathimah r.ha. putri Rasulullah SAW menghidangkan untuk mereka madu yang diletakkan di dalam sebuah mangkuk yang cantik, dan ketika semangkuk madu itu dihidangkan sehelai rambut terikut di dalam mangkuk itu.


Baginda Rasulullah SAW kemudian meminta kesemua sahabatnya untuk membuat suatu perbandingan terhadap ketiga benda tersebut (Mangkuk yang cantik, madu, dan sehelai rambut).


Abubakar r.a. berkata, "iman itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, orang yang beriman itu lebih manis dari madu, dan mempertahankan iman itu lebih susah dari meniti sehelai rambut".


Umar r.a. berkata, "kerajaan itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, seorang raja itu lebih manis dari madu, dan memerintah dengan adil itu lebih sulit dari meniti sehelai rambut".


Utsman r.a. berkata, "ilmu itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, orang yang menuntut ilmu itu lebih manis dari madu, dan ber'amal dengan ilmu yang dimiliki itu lebih sulit dari meniti sehelai rambut".


'Ali r.a. berkata, "tetamu itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, menjamu tetamu itu lebih manis dari madu, dan membuat tetamu senang sampai kembali pulang ke rumanya adalah lebih sulit dari meniti sehelai rambut".


Fatimah r.ha.berkata, "seorang wanita itu lebih cantik dari sebuah mangkuk yang cantik, wanita yang berpurdah itu lebih manis dari madu, dan mendapatkan seorang wanita yang tak pernah dilihat orang lain kecuali muhrimnya lebih sulit dari meniti sehelai rambut".


Rasulullah SAW berkata, "seorang yang mendapat taufiq untuk ber'amal adalah lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, ber'amal dengan 'amal yang baik itu lebih manis dari madu, dan berbuat 'amal dengan ikhlas adalah lebih sulit dari meniti sehelai rambut".


Malaikat Jibril AS berkata, "menegakkan panji-panji agama itu lebih cantik dari sebuah mangkuk yang cantik, menyerahkan diri; harta; dan waktu untuk usaha agama lebih manis dari madu, dan mempertahankan usaha agama sampai akhir hayat lebih sulit dari meniti sehelai rambut".


Allah SWT berfirman, " Syurga-Ku itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik itu, nikmat syurga-Ku itu lebih manis dari madu, dan jalan menuju syurga-Ku adalah lebih sulit dari meniti sehelai rambut".




TERUSKAN PEMBACAAN ANDA :) - Tazkirah Birthday

5/28/09

Jadilah Seperti Usamah bin Zaed R.A



Ibnu Asakir telah memberitakan dari Az-Zuhri dari Urwah dari Usamah bin Zaid ra. bahwa Rasulullah SAW memerintahkannya untuk menyerang suku kaum Ubna pada waktu pagi dan membakar perkampungannya. Maka Rasulullah SAW berkata kepada Usamah: "Berangkatlah dengan nama Allah!".


Kemudian Rasulullah SAW keluar membawa bendera perangnya dan diserahkannya ke tangan Buraidah bin Al-Hashib Al-Aslami ra. untuk dibawa ke rumah Usamah ra. Beliau juga memerintahkan Usamah untuk membuat markasnya di Jaraf di luar Madinah sementara kaum Mukmin membuat persiapan untuk keluar berjihad.


Maka Usamah ra. mendirikan kemahnya di suatu tempat berdekatan dengan Siqayat Sulaiman sekarang ini. Maka mulailah orang berdatangan dan berkumpul di tempat itu. Siapa yang sudah selesai kerjanya segera datang ke perkemahan itu, dan siapa yang masih ada urusan diselesaikan urusannya terlebih dahulu.


Tiada seorang pun dari kaum Muhajirin yang unggul, melainkan dia ikut dalam pasukan jihad ini, termasuk Umar bin Al-Khatthab, Abu Ubaidah, Sa'ad bin Abu Waqqash, Abul A'war Said bin Zaid bin Amru bin Nufail radiallahuanhum dan banyak lagi para pemuka Muhajirin yang ikut serta. Dari kaum Anshar pun di antaranya Qatadah bin An-Nu'man dan Salamah bin Aslam bin Huraisy ra.huma dan lain-lain. Ada di antara kaum Muhajirin yang kurang setuju dengan pimpinan Usamah ra. itu, karena usianya masih terlalu muda (18 tahun).


Di antara orang yang banyak mengkritiknya ialah Aiyasy bin Abu Rabi'ah ra. dia berkata: "Bagaimana Rasuluilah mengangkat anak muda yang belum berpengalaman ini, padahal banyak lagi pemuka-pemuka kaum Muhajirin yang pernah memimpin perang". karena itulah banyak desas-desus yang memperkecilkan kepemimpinan Usamah ra.


Umar bin Al-Khatthab ra. menolak pendapat tersebut serta menjawab keraguan orang ramai. Kemudian dia menemui Rasulullah SAW serta memberitahu tentang apa yang dikatakan orang ramai tentang Usamah. Beliau SAW sangat marah, lalu memakai serbannya dan keluar ke masjid. Bila orang ramai sudah berkumpul di situ, beliau naik mimbar, memuji-muji Allah dan mensyukurinya,


lalu berkata: "Amma ba'du! Wahai sekalian manusia! Ada pembicaraan yang sampai kepadaku mengenai pengangkatan Usamah? Demi Allah, jika kamu telah menuduhku terhadap pengangkatanku terhadap Usamah, maka sebenarnya kamu juga dahulu telah menuduhku terhadap pengangkatanku terhadap ayahnya, yakni Zaid. Demi Allah, si Zaid itu memang layak menjadi panglima perang dan puteranya si Usamah juga layak menjadi panglima perang setelahnya.


Kalau ayahnya si Zaid itu sungguh sangat aku kasihi, maka puteranya juga si Usamah sangat aku kasihi. Dan kedua orang ini adalah orang yang baik, maka hendaklah kamu memandang baik terhadap keduanya, karena mereka juga adalah di antara sebaik-baik manusia di antara kamu!".


Sesudah itu, beliau turun dari atas mimbar dan masuk ke dalam rumahnya, pada hari Sabtu, 10 Rabi'ul-awal. Kemudian berdatanganlah kaum Muhajirin yang hendak berangkat bersama-sama pasukan Usamah itu kepada Rasulullah SAW untuk mengucapkan selamat tinggal, di antaranya Umar bin Al-khatthab ra. dan Rasulullah SAW terus mengatakan kepada mereka: "Biarkan segera Usamah berangkat!


Seketika itu pula Ummi Aiman ra. (yaitu ibu Usamah) mendatangi Rasulullah SAW seraya berkata: "Wahai Rasulullah! Bukankah lebih baik, jika engkau biarkan Usamah menunggu sebentar di perkemahannya, sehingga engkau merasa sehat, karena, jika Usamah ra. berangkat juga dalam keadaan seperti ini, tentulah dia akan merasa bimbang dalam perjalanannya!". Tetapi Rasulullah SAW tetap mengatakan: "Biarkan segera Usamah berangkat!".






Orang ramai sudah berkumpul di perkemahan pasukan Usamah itu, dan mereka menginap di situ pada malam minggu itu. Usamah datang lagi kepada Rasulullah SAW pada hari Ahad dan Beliau SAW terlalu berat sakitnya, sehingga mereka memberikannya ubat. Usamah menemui Beliau sedang kedua matanya mengalirkan air mata. Ketika itu Al-Abbas berada di situ, dan di sekeliling Beliau ada beberapa orang kaum wanita dari kaum keluarganya.


Usamah menundukkan kepalanya dan mencium Rasulullah SAW sedang Beliau tidak berkata apa-apa, selain mengangkat kedua belah tangannya ke arah langit serta mengusapkannya kepada Usamah. Berkata Usamah: "Aku tahu bahwa Rasulullah SAW mendoakan kejayaanku. Aku kemudian kembli ke markas pasukanku". "Pada besok harinya, yaitu hari isnin, aku menggerakkan pasukanku sehingga kesemuanya telah siap untuk berangkat. Aku mendapat berita bahwa Rasulullah SAW telah sehat sedikit, maka aku pun datang sekali lagi kepadanya untuk mengucapkan selamat tinggal.


kata Usamah". Baginda berkata kepadaku: "Usamah! Berangkatlah segera dengan diliputi keberkatan dari Allah!". Aku lihat isteri-isterinya cerah wajah mereka karena gembira melihat beliau sedikit segar pada hari itu. Kemudian datang pula Abu Bakar ra. dengan wajah yang gembira, seraya berkata:"Wahai Rasulullah! Engkau terlihat lebih segar hari ini,

Alhamduillah. Hari ini telah berlangsungnya pernikahan puteri Kharijah, izinkanlah aku pergi".


Maka Rasulullah SAW mengizinkannya pergi ke Sunh (sebuah perkampungan di luar kota Madinah), Usamah ra. pun kembali kepada pasukannya yang sedang menunggu penntahnya untuk bergerak, dan dia telah memerintahkan siapa yang masih belum berkumpul di markaznya supaya segera datang karena sudah tiba waktunya untuk bergerak.


Belum sempat jauh lagi perjalanan pasukan meninggalkan Jaraf, datangl utusan dari Ummi Aiman memberitahukan bahwa Rasulullah SAW telah kembali ke rahmatullah. Usamah segera memberhentikan pergerakan pasukan itu, dan segera menuju ke kota Madinah bersama-sama dengan Umar ra. dan Abu Ubaidah ra. ke rumah Rasulullah SAW dan mereka mendapati beliau telah meninggal dunia.


Beliau wafat ketika matahari tenggelam pada hari isnin malam 12 Rabi'ul-awal. Kaum Muslimin yang berpusat di Jaraf tidak jadi berangkat ke medan perang, lalu kembali ke Madinah. Buraidah bin Al-Hashib yang membawa bendera Usamah, lalu meletakkanannya di pintu rumah Rasulullah SAW. Sesudah Abu Bakar ra. diangkat menjadi Khalifah Rasulullah SAW dia telah menyuruh Buraidah ra. mengambil kembali bendera perang itu dan menyerahkan kepada Usamah, dan tidak dilipat sehingga Usamah memimpin pasukannya berangkat ke medan perang Syam.


Berkata pula Buraidah: "Aku pun membawa bendera itu ke rumah Usamah , dan pasukan itu pun bergerak menuju ke Syam". Setelah selesai tugas kami di Syam, kami kembali ke Madinah dan bendera itu terus saya pacakkan di rumah Usamah sehingga Usamah meninggal dunia.


Apabila berita wafatnya Rasulullah SAW sampai kepada kaum Arab, sebagian mereka telah murtad keluar dari agama Islam. Abu Bakar ra. memanggil Usamah lalu menyuruhnya supaya menyiapkan diri untuk berangkat memerangi bangsa Romawi sebagaimana yang diperintahkan oleh Rasulullah SAW sebelum wafatnya dahulu.


pasukan Islam mulai berkumpul lagi di Jaraf di perkemahan mereka dulu. Buraidah ra. yang diamanahkan untuk memegang bendera perang telah berada di markasnya di sana. Tetapi para sahabat dari golongan muhajirin yang terutama, seperti Umar Al Khattab, Uthman Al A'ffan, Abu Ubaidah Al Jarrah, Sa'ad bin Abu Waqqash, Said bin Zaid dan lainnya mereka telah datang kepada Khalifah Abu Bakar ra. seraya berkata: "wahai Khalifah Rasulullah! Sesungguhnya kaum Arab sudah mula memberontak, dan adalah tidak wajar engkau akan membiarkan pasukan Islam ini meninggalkan kami pada masa ini.


Bagaimana kalau engkau pecahkan pasukan ini menjadi dua. Yang satu untuk engkau kirimkan kepada kaum Arab yang murtad itu untuk mengembalikan mereka kepada Islam, dan yang lain engkau pertahankan di Madinah untuk menjaganya, siapa tahu kalau-kalau ada yang datang untuk menyerang kita dari mereka itu. Kalau tidak, maka yang tinggal di sini hanya anak-anak kecil dan wanita saja, bagaimana mereka dapat mempertahankannya?


Seandainya engkau menangguhkan memerangi kaum Romawi itu, sehingga keadaan kita dalam negeri aman, dan kaum Arab yang murtad itu kembali ke pangkuan kita, ataupun kita kalahkan mereka terlebih dahulu, kemudian kita mengirim pasukan kita untuk memerangi bangsa Romawi itu, bukankah itu lebih baik?! Kita pun tidak merasa bimbang dari bangsa Romawi itu untuk datang menyerang kita pada masa ini!."


Abu Bakar ra. hanya mendengar bermacam-macam pandangan dari para pemuka Muhajirin itu.Setelah selesai mereka berkata, maka Abu Bakar ra. bertanya lagi: Adakah ada diantara kalian yang ingin memberikan pendapatnya lagi, atau kamu semua telah memberikan semua pendapat kamu?! jawab mereka: "Kami sudah berikan apa yang harus kami sampaikan!". "Baiklah, kalau begitu. Saya telah dengar semua apa yang hendak kamu katakan itu", ujar Abu Bakar.


"Demi jiwaku yang berada di tangannya! Kalau aku tahu bahwa aku akan dimakan binatang buas sekalipun, nescaya aku tetap akan mengutus pasukan ini ke tujuannya, dan aku yakin bahwa dia akan kembali dengan selamat. Bagaimana tidak, sedang Rasulullah SAW yang telah diberikan wahyu dari langit telah berkata: "Utuskan segera pasukan Usamah".


Tetapi ada suatu perkara yang akan aku beritahukan kepada Usamah sebagai panglima pasukan itu. Aku memohon supaya memembiarkan Umar tetap tinggal di Madinah untuk membantuku di sini, karena aku sangat perlu kepada bantuannya. Demi Allah, aku tidak tahu apakah Usamah setuju atau tidak. Demi Allah, jika dia enggan membenarkan sekalipun, aku tidak akan memaksanya! Kini tahulah para sahabat Muhajirin itu, bahwa khalifah mereka yang baru itu telah berazam sepenuhnya untuk mengirim pasukan Islam, sebagaimana yang diperintahkan oleh Rasulullah SAW sebelumnya.


Abu Bakar ra. lalu pergi ke rumah Usamah ra., dan memintanya agar membiarkan Umar ra. tinggal di Madinah untuk membantunya. Usamah ra. setuju. Untuk meyakinkan dirinya, maka Abu Bakar ra. berkata lagi: "Benar engkau mengizinkannya dengan hati yang rela?" Jawab Usamah: "ya!". Khalifah Abu Bakar ra. lalu mengeluarkan perintah supaya tidak ada seorang pun mengelakkan dirinya dari menyertai pasukan Usamah itu sesuai dengan perintah Rasulullah SAW sebelum wafatnya.


Apabila pasukan itu sudah mulai bergerak, Abu Bakar ra. datang untuk mengucapkan selamat berangkat kepada mereka. Usamah mendahului para sahabatnya dari Jaraf, dan mereka kurang lebih 3,000 orang, di antaranya ada 1,000 orang yang menunggang kuda.


Abu Bakar ra. berjalan kaki di sisi Usamah ra. untuk mengucapkan selamat jalan kepadanya: "Aku serahkan kepada Allah agamamu, amanahmu dan kesudahan amalmu! Sesungguhnya Rasulullah SAW sudah berpesan kepadamu, maka laksanakanlah segala pesannya itu, dan aku tidak ingin menambah apa-apa pun, tidak akan menyuruhmu apa pun atau melarangmu dari apa pun. Aku hanya menjalankan apa yang diperintahkan oleh Rasulullah SAW saja". Akhirnya Usamah r.a Balik dengan membawa kemenangan pada Islam. TAKBIR!!!!





Ibnu Asakir: At-Tarikh

Kanzul Ummal

Fathul Bari

Tarikh hadharah.

Khulafa Ar-Rasyidin


TERUSKAN PEMBACAAN ANDA :) - Jadilah Seperti Usamah bin Zaed R.A

5/27/09

SELAMI KATA2 INI WAHAI PEJUANG...







Dalam risalah 'Antara Masa Lalu dan Masa Kini' dalam tajuk "Ranjau-Ranjau Di Perjalanan" Imam Hasan al-Banna telah mengatakan:



"Saya ingin terus terang menyatakan kepada kamu, bahawa hari ini dakwah kamu ini masih belum dikenali orang ramai. Apabila mereka mengetahui dan memahami matlamat dan tujuan dakwah ini kamu akan menerima permusuhan dan pertarungan yang sengit dari mereka. Kamu akan mendapati di hadapan kamu kesukaran-kesukaran dan kamu akan dihalangi oleh ranjau-ranjau.


Hanya pada ketika itulah sahaja kamu baru mula mengikuti jalan para pendukung dakwah... adapun sekarang ini, kamu masih belum dikenali, kamu masih dalam peringkat membuat persediaan untuk dakwah dan bersedia untuk menghadapi perjuangan dan jihad yang dituntut oleh dakwah.


Kejahilan umat tentang hakikat Islam akan tegak sebagai rintangan di pertengahan jalan, kamu akan mendapati ahli agama yang terdiri daripada ulamak rasmi akan memandang ganjil pemahaman kamu terhadap Islam dan mengingkari jihad yang kamu lakukan untuk memperjuangkan kefahaman kamu itu.


Para pemimpin, ketua-ketua orang yang rindukan kemegahan dan kekuasaan akan menaruh dendam kesumat terhadap kamu. Kesemua bentuk pemerintah akan tegak serentak menghadapi kamu, semua kerajaan akan berusaha membatasi kegiatan kamu dan meletakkan rintangan-rintangan di jalanmu."


"Penyamun-penyamun ini akan memasang perangkap dengan apa cara sahaja untuk dapat menentang kamu dan memadamkan sinar dakwah kamu. Dalam usaha-usaha mereka ini mereka akan menggunakan kerajaan-kerajaan yang lemah, akhlak yang rendah dan tangan-tangan yang sentiasa menadah sesuatu dari mereka tetapi melakukan kejahatan dan permusuhan terhadap kamu."


"Kesemua mereka akan menaburkan salah faham dan tuduhan-tuduhan kabur terhadap dakwah kamu dan mereka akan terus berusaha untuk melemparkan tuduhan yang mengatakan bahawa dakwah kamu itu tidak sempurna, tempang dan songsang, sekalipun mereka melemparkan tuduhan-tuduhan itu dengan cara yang paling kotor, menggunakan kekuatan dan kekuasaan mereka, berlaku zalim dengan menggunakan harta kekayaan dan kedudukan mereka.


Firman Allah:


"Mereka ingin hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, tetapi Allah tetap menyempurnakan cahayanya sekalipun orang-orang kafir benci." (Ash-Shaff: 8)



"Tidak syak lagi kamu akan mengharung dan menghadapi perkara-perkara tersebut dalam peringkat ujian dan cubaan, kamu akan ditangkap, dipenjara, dibuang daerah, dipindah dan diporak-perandakan. Segala kepentingan-kepentingan kamu akan dirampas, kerja-kerja kamu akan dibekukan dan rumah-rumah kamu akan digeledah. Boleh jadi masa ujian ini kamu lalui dalam satu jangka waktu yang panjang.


Firman Allah :


'Apakah manusia itu menjangka bahawa mereka dibiarkan (sahaja) mengatakan: "Kami telah beriman," sedang mereka tidak diuji." (Al-Ankabut: 2)




"Tetapi ingatlah bahawa setelah ujian-ujian ini Allah telah menjanjikan akan memberikan pertolongan kepada para mujahidin dan ganjaran bagi mereka yang beramal dan berbuat baik.


Firman Allah:


"Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan satu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih, (iaitu) kamu beriman kepada Allah dan rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa kamu, itulah yang lebih baik bagi kamu, jika kamu mengetahuinya, nescava Allah akan mengampuni dosa-dosa kamu dan memasukkan kamu ke dalam syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam syurga `Adnin. Itulah keberuntungan yang besar. Dan (ada lagi) kurnia yang lain yang kamu sukai (iaitu) pertolongan daripada Allah dan kemenangan yang hampir (waktunya). Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman.


Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong-penolong (agama) Allah sebagaimana Isa putra Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya: "Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?" Para pengikutnya yang setia itu berkata: "Kamilah penolong-penolong (agama) Allah, lalu segolongan dari Bani Israel beriman dan segolongan (yang lain) kafir. Maka kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang menang." (Ash-Shaff: 10-14)



"Tidakkah kamu akan tetap pendirian untuk menjadi ansarullah?"

TERUSKAN PEMBACAAN ANDA :) - SELAMI KATA2 INI WAHAI PEJUANG...