kebahagiaan..

Daisypath - Personal pictureDaisypath Anniversary tickers

12/2/09

Maksiat, Ajal & Neraka (2)



ajal..

Sebelum bercerita dengan lebih lanjut mengenai kemaksiat zohiri dan batini yang sering dilakukan oleh umat manusia di atas muka bumi ini, suka untuk ana membawa pembaca akan perihal kematian. Mati adalah satu kepastian yang nyata kepada semua manusia, semua manusia tahu akan perkara tersebut, namun ramai dari kita merasakan diri kita akan hidup kekal abadi.

Kemaksiatan dilakukan tanpa rasa takut akan dihisab selepas kematian nanti, azab kubur yang menanti kepada insan2 yang melakukan kemaksiatan serta kemungkaran di bumi langsung tidak dipedulikan, tetap terus dengan kemaksiatan.. Kenikmatan, kebahagian yang dijanjiakn oleh Allah bagi mereka yang menuruti segala perintahnya dan meninggalkan larangannya dipandang enteng..

"umur masih muda, tua2 nanti kita taubat la" "kami inginkan kebebasan, peraturan islam menyusahkan""nak bersosial lelaki perempuan pun tak boleh bukan buat apa pun" ungkapan yang sering diungkapkan oleh mereka yang tidak menyedari bahawa mreka sedang melakukan dosa maksiat kepada Allah dan merasakan bahawa ajal tidak akan sampai pada mereka..

Hadis Abdullah bin Mas'ud r.a katanya:
Rasulullah s.a.w bersabda: Sesiapa yang mati dalam keadaan menyekutukan Allah dengan sesuatu nescaya akan memasuki Neraka. Maka aku berkata iaitu perawi Hadis: Aku dan orang-orang yang tidak mensyirikkan Allah dengan sesuatu, akan memasuki Syurga

Hadis Anas bin Malik r.a katanya:
Ketika satu jenazah diiringi, orang ramai memuji jenazah tersebut sebagai orang baik iaitu semasa hidupnya, maka Nabi s.a.w pun bersabda mengenainya: Wajib, wajib, wajib. Lalu datang pula iringan jenazah yang kedua, orang ramai mengutuk mengenai jenazah tersebut sebagai orang yang jahat semasa hidupnya. Nabi s.a.w pun bersabda: Wajib, wajib, wajib. Umar berkata: Menjadi penebusmu, ayah dan ibuku! Ketika jenazah pertama diiringi, orang ramai memujinya sebagai orang baik, lalu kamu berkata: Wajib, wajib, wajib. Kemudian ketika jenazah kedua diiringi, orang ramai mengutuknya sebagai orang yang jahat, kamu juga berkata: Wajib, wajib, wajib. Apa ertinya? Lalu Rasulullah s.a.w bersabda: Orang yang kamu puji sebagai orang baik, maka diwajibkan kepadanya Syurga. Sedangkan orang yang kamu katakan sebagai orang yang jahat, maka diwajibkan kepadanya Neraka. Kamu sekalian adalah saksi Allah di muka bumi. Kamu sekalian adalah saksi Allah di muka bumi. Kamu sekalian adalah saksi Allah di muka bumi


Hikmah kematian - harun yahya -
http://www.harunyahya.com/indo/artikel/042.htm

Kehidupan berlangsung tanpa disadari dari detik ke detik. Apakah anda tidak menyadari bahwa hari-hari yang anda lewati justru semakin mendekatkan anda kepada kematian sebagaimana juga yang berlaku bagi orang lain?

Seperti yang tercantum dalam ayat Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan.” (QS. 29:57)

tiap orang yang pernah hidup di muka bumi ini ditakdirkan untuk mati. Tanpa kecuali, mereka semua akan mati, tiap orang. Saat ini, kita tidak pernah menemukan jejak orang-orang yang telah meninggal dunia. Mereka yang saat ini masih hidup dan mereka yang akan hidup juga akan menghadapi kematian pada hari yang telah ditentukan. Walaupun demikian, masyarakat pada umumnya cenderung melihat kematian sebagai suatu peristiwa yang terjadi secara kebetulan saja.

Coba renungkan seorang bayi yang baru saja membuka matanya di dunia ini dengan seseorang yang sedang mengalami sakaratul maut. Keduanya sama sekali tidak berkuasa terhadap kelahiran dan kematian mereka. Hanya Allah yang memiliki kuasa untuk memberikan nafas bagi kehidupan atau untuk mengambilnya.

Semua makhluk hidup akan hidup sampai suatu hari yang telah ditentukan dan kemudian mati; Allah menjelaskan dalam Quran tentang prilaku manusia pada umumnya terhadap kematian dalam ayat berikut ini:

Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. 62:8)

Kebanyakan orang menghindari untuk berpikir tentang kematian. Dalam kehidupan modern ini, seseorang biasanya menyibukkan dirinya dengan hal-hal yang sangat bertolak belakang [dengan kematian]; mereka berpikir tentang: di mana mereka akan kuliah, di perusahaan mana mereka akan bekerja, baju apa yang akan mereka gunakan besok pagi, apa yang akan dimasak untuk makan malam nanti, hal-hal ini merupakan persoalan-persoalan penting yang sering kita pikirkan.

Kehidupan diartikan sebagai sebuah proses kebiasaan yang dilakukan sehari-hari. Pembicaraan tentang kematian sering dicela oleh mereka yang merasa tidak nyaman mendengarnya. Mereka menganggap bahwa kematian hanya akan terjadi ketika seseorang telah lanjut usia, seseorang tidak ingin memikirkan tentang kematian dirinya yang tidak menyenangkannya ini. Sekalipun begitu ingatlah selalu, tidak ada yang menjamin bahwa seseorang akan hidup dalam satu jam berikutnya.

Tiap hari, orang-orang menyaksikan kematian orang lain di sekitarnya tetapi tidak memikirkan tentang hari ketika orang lain menyaksikan kematian dirinya. Ia tidak mengira bahwa kematian itu sedang menunggunya!

Ketika kematian dialami oleh seorang manusia, semua “kenyataan” dalam hidup tiba-tiba lenyap. Tidak ada lagi kenangan akan “hari-hari indah” di dunia ini. Renungkanlah segala sesuatu yang anda dapat lakukan saat ini: anda dapat mengedipkan mata anda, menggerakkan badan anda, berbicara, tertawa; semua ini merupakan fungsi tubuh anda. Sekarang renungkan bagaimana keadaan dan bentuk tubuh anda setelah anda mati nanti.

Dimulai saat anda menghembuskan napas untuk yang terakhir kalinya, anda tidak ada apa-apanya lagi selain “selonggok daging”. Tubuh anda yang diam dan terbujur kaku, akan dibawa ke kamar mayat. Di sana, ia akan dimandikan untuk yang terakhir kalinya. Dengan dibungkus kain kafan, jenazah anda akan di bawa ke kuburan dalam sebuah peti mati. Sesudah jenazah anda dimasukkan ke dalam liang lahat, maka tanah akan menutupi anda. Ini adalah kesudahan cerita anda. Mulai saat ini, anda hanyalah seseorang yang namanya terukir pada batu nisan di kuburan.

Selama bulan-bulan atau tahun-tahun pertama, kuburan anda sering dikunjungi. Seiring dengan berlalunya waktu, hanya sedikit orang yang datang. Beberapa tahun kemudian, tidak seorang pun yang datang mengunjungi.

Sementara itu, keluarga dekat anda akan mengalami kehidupan yang berbeda yang disebabkan oleh kematian anda. Di rumah, ruang dan tempat tidur anda akan kosong. Setelah pemakaman, sebagian barang-barang milik anda akan disimpan di rumah: baju, sepatu, dan lain-lain yang dulu menjadi milik anda akan diberikan kepada mereka yang memerlukannya. Berkas-berkas anda di kantor akan dibuang atau diarsipkan.

Selama tahun-tahun pertama, beberapa orang masih berkabung akan kepergian anda. Namun, waktu akan mempengaruhi ingatan-ingatan mereka terhadap masa lalu. Empat atau lima dasawarsa kemudian, hanya sedikit orang saja yang masih mengenang anda. Tak lama lagi, generasi baru muncul dan tidak seorang pun dari generasi anda yang masih hidup di muka bumi ini. Apakah anda diingat orang atau tidak, hal tersebut tidak ada gunanya bagi anda.

Sementara semua hal ini terjadi di dunia, jenazah yang ditimbun tanah akan mengalami proses pembusukan yang cepat. Segera setelah anda dimakamkan, maka bakteri-bakteri dan serangga-serangga berkembang biak pada mayat tersebut; hal tersebut terjadi dikarenakan ketiadaan oksigen.

Gas yang dilepaskan oleh jasad renik ini mengakibatkan tubuh jenazah menggembung, mulai dari daerah perut, yang mengubah bentuk dan rupanya. Buih-buih darah akan meletup dari mulut dan hidung dikarenakan tekanan gas yang terjadi di sekitar diafragma. Selagi proses ini berlangsung, rambut, kuku, tapak kaki, dan tangan akan terlepas.

Seiring dengan terjadinya perubahan di luar tubuh, organ tubuh bagian dalam seperti paru-paru, jantung dan hati juga membusuk. Sementara itu, pemandangan yang paling mengerikan terjadi di sekitar perut, ketika kulit tidak dapat lagi menahan tekanan gas dan tiba-tiba pecah, menyebarkan bau menjijikkan yang tak tertahankan. Mulai dari tengkorak, otot-otot akan terlepas dari tempatnya. Kulit dan jaringan lembut lainnya akan tercerai berai. Otak juga akan membusuk dan tampak seperti tanah liat. Semua proses ini berlangsung sehingga seluruh tubuh menjadi kerangka.

Tidak ada kesempatan untuk kembali kepada kehidupan yang sebelumnya. Berkumpul bersama keluarga di meja makan, bersosialisasi atau memiliki pekerjaan yang terhormat; semuanya tidak akan mungkin terjadi.

Singkatnya, “onggokkan daging dan tulang” yang tadinya dapat dikenali; mengalami akhir yang menjijikkan. Di lain pihak, anda – atau lebih tepatnya, jiwa anda – akan meninggalkan tubuh ini segera setelah nafas anda berakhir. Sedangkan sisa dari anda – tubuh anda – akan menjadi bagian dari tanah.

Ya, tetapi apa alasan semua hal ini terjadi?

Seandainya Allah ingin, tubuh ini dapat saja tidak membusuk seperti kejadian di atas. Tetapi hal ini justru menyimpan suatu pesan tersembunyi yang sangat penting

Akhir kehidupan yang sangat dahsyat yang menunggu manusia; seharusnya menyadarkan dirinya bahwa ia bukanlah hanya tubuh semata, melainkan jiwa yang “dibungkus” dalam tubuh. Dengan lain perkataan, manusia harus menyadari bahwa ia memiliki suatu eksistensi di luar tubuhnya. Selain itu, manusia harus paham akan kematian tubuhnya - yang ia coba untuk miliki seakan-akan ia akan hidup selamanya di dunia yang sementara ini -. Tubuh yang dianggapnya sangat penting ini, akan membusuk serta menjadi makanan cacing suatu hari nanti dan berakhir menjadi kerangka. Mungkin saja hal tersebut segera terjadi.

Walaupun setelah melihat kenyataan-kenyataan ini, ternyata mental manusia cenderung untuk tidak peduli terhadap hal-hal yang tidak disukai atau diingininya. Bahkan ia cenderung untuk menafikan eksistensi sesuatu yang ia hindari pertemuannya. Kecenderungan seperti ini tampak terlihat jelas sekali ketika membicarakan kematian.

Hanya kematian tiba-tiba keluarga dekat sajalah yang dapat mengingatkannya [akan kematian]. Kebanyakan orang melihat kematian itu jauh dari diri mereka. Asumsi yang menyatakan bahwa mereka yang mati pada saat sedang tidur atau karena kecelakaan merupakan orang lain; dan apa yang mereka [yang mati] alami tidak akan menimpa diri mereka! Semua orang berpikiran, belum saatnya mati dan mereka selalu berpikir selalu masih ada hari esok untuk hidup.

Bahkan mungkin saja, orang yang meninggal dalam perjalanannya ke sekolah atau terburu-buru untuk menghadiri rapat di kantornya juga berpikiran serupa. Tidak pernah terpikirkan oleh mereka bahwa koran esok hari akan memberitakan kematian mereka. Sangat mungkin, selagi anda membaca artikel ini, anda berharap untuk tidak meninggal setelah anda menyelesaikan membacanya atau bahkan menghibur kemungkinan tersebut terjadi. Mungkin anda merasa bahwa saat ini belum waktunya mati karena masih banyak hal-hal yang harus diselesaikan. Namun demikian, hal ini hanyalah alasan untuk menghindari kematian dan usaha-usaha seperti ini hanyalah hal yang sia-sia untuk menghindarinya:

Katakanlah: “Lari itu sekali-kali tidaklah berguna bagimu, jika kamu melarikan diri dari kematian atau pembunuhan, dan jika (kamu terhindar dari kematian) kamu tidak juga akan mengecap kesenangan kecuali sebentar saja.” (QS. 33:16)

Manusia yang diciptakan seorang diri haruslah waspada bahwa ia juga akan mati seorang diri. Namun selama hidupnya, ia hampir selalu hidup untuk memenuhi segala keinginannya. Tujuan utamanya dalam hidup adalah untuk memenuhi hawa nafsunya. Namun, tidak seorang pun dapat membawa harta bendanya ke dalam kuburan. Jenazah dikuburkan hanya dengan dibungkus kain kafan yang dibuat dari bahan yang murah. Tubuh datang ke dunia ini seorang diri dan pergi darinya pun dengan cara yang sama. Modal yang dapat di bawa seseorang ketika mati hanyalah amal-amalnya saja.


carpen MAUT sebagai peringatan..


Terbayang satu persatu segala perbuatan dan amalannya sepanjang 20 tahun kehidupannya.Sikit sekali kebaikkan yang telah dia lakukan. Dosa pula,tidak terkira banyaknya.keluar berdua-duaan, pakaian ketat menampakkan tubuh, pergaulan yang bebas tanpa mengira batasan, bermanja-manja bertepuk tampar..

Terbayang pula api neraka yang menjulang_julang. Teringat pula azab-azab Allah yang selalu dia terbaca dan terdengar.





Isnin
4.00 petang

Assalamualaikum. ..!!Assalamualaikum....!!

Sayup-sayup terdengar laungan salam dari luar rumahnya."Ai. .sape pulak ni.Kacau betullah."Atin mengomel sendirian.Tangannya pula masih terus laju menekan2 papan keyboard laptop di depan katilnya.

Kedengaran pula dentingan loceng pintu ditekan bertalu-talu. "eeeee!!sabarla! !kacau betullah!!"Dengan malas,dia bangun juga .Hatinya menggumam geram.


"Waalaikumsalam, mak ayah saya tak de.Saya tak nak beli kain la." ucap Atin malas sambil membuka tombol pintu.
"Eh,korang.rupanya. Ingat benggali mana lah tadi"
Terjengul wajah rakan-rakan serumahnya sebaik saja pintu rumah dibuka.

"Amboi cik Atin,sampai hati kata kami ni benggali jual kain.Cun-cun macam kami ni,takkanla mustawa Benggali je",jawab Lina sambil masuk ke rumah.Mukanya mencebik.

"Ala,takkanla merajuk kot cik Lina intan payung permata ,berlian ,gangsa,perak, apa lagi ya,"Atin mengusik.
"Dah2,tak payah nak pujuk2,aku tau,aku punya mustawa memang tahap berlian2 dan permata2 tu,"

Mereka tergelak kecil.Kelihatan berplastik-plastik barang terjinjing ditangan masing-masing. "Penatnya ..dah la panas kat luar tu".keluh Aini ,kepenatan jelas tergambar di wajahnya.

Dia terus menuju ke dapur bersama-sama barang yang di belinya."Nasib baik balik dengan teksi",tambah Rita pula yang sedang menanggalkan kasutnya,terus di susun di rak kasut yang terletak berhampiran pintu.

"Banyaknya la barang yang korang beli.stok rumah untuk sebulan ke setahun?",

"Uish Atin ni,barang rumah sikit je,yang selebih tu barang sendirian berhad.la",jawab Lina yang juga terus menuju ke dapur bersama barang-barang yang dibeli tadi.Setelah pintu di tutup rapat,Atin segera kembali ke biliknya.

Kelihatan Aini sudahpun terlena di atas katil.Kepenatan agakanya.Atin terus saja duduk didepan laptop miliknya,tangannya mula laju menaip.


5.00.Petang.
"Jenal onla.yes,nak kacau la mamat ni.hehe",die tersengih sendirian.Terus ditekan butang buzz.Tak menang tangan di buatnya.Masakan tidak, berchating 10 orang dalam satu masa.Tak terlayan.

Kadangkala dia tersenyum,kadang kala tergelak dan kadang kala pula wajahnya berubah kelat.Berbagai riak muka yang terhasil tiap kali dia menghadap laptopnya itu.Menuntut ilmu diperantaun jauh daripada keluarga dan rakan-rakan memjadikan internet seperti suatu keperluan.

Dengan internetlah dia berhubung dengan keluarga di Malaysia,dengan internetlah dia mengetahui perkembangan rakan-rakan lamanya,melalui internet juga dia mengetahui isu semasa di tanah air dan melalui internet jugalah die menonton Tv juga mendengar radio tidak kurang juga untuk berhubung insan tersayang yang juga berada diperantauan.

Aktiviti dan mesyuarat persatuan juga menggunakan internet sebagai medan menyampaikan maklumat dan berita terkini.Internet la segala-segalanya. Tidak hairanlah andainya hampir setiap mahasiswa-mahasiswi di situ mempunyai komputer mahupun laptop sendiri.

Malangnya, akibat salah menggunakan kemudahan ini,membuatkan ramai yang terleka.Atin sendiri,hampir 24 jam menghadap laptopnya itu.Aktiviti yang paling di gemarinya apabila duduk di depan laptopnya ialah berchating atau istilah pasarnya,YM.


6.00 Petang

Aini tersentak dari lena.Tawa atin yang nyaring mengilai telah mengejutkannya. Tiba-tiba dilihatnya wajah Atin berubah kelat.Tawanya tadi terhenti"Apa kenalah dengan budak ni.Tadi gelak macam orang gila,tiba-tiba masam mencuka pula.

Uish,tak faham aku"..monolog Aini sendirian sambil menggaru-garu kepalanya."Erm. .Atin. dah pukul berapa sekarang?",tanya Aini sambil menggosok-gosok matanya


"erm..pukul. ..6,"jawab Atin tanpa memandangnya. Tangannya masih terus laju menaip."Ha!! Alamak,Aini tak solat asar lagi.Atin dah solat asar ke?,"Tanpa menunggu jawapan Atin pantas dia melompat turun dari katilnya menuju ke bilik air.

Atin masih lagi tekun dengan rakan-rakan chatingnya." Ala,nanti nak dekat Maghrib aku solat la,nanti boleh terus solat Maghrib.Senang sikit.",Ngomel Atin sendirian.


6.30

Seusai solat,Aini kembali ke biliknya semula.Masih tersisa lagi kepenatan membeli belah tengah hari tadi."Atin,dah solat?,"soalnya sebaik saja melihat Atin masih lagi tekun di depan laptopnya

.."emh..belumlah. .".jawab Atin malas."Eh,Fatin Nadia,dah pukul 6.30 ,dah lewat sangat ni,6.45 kan dah Maghrib.Tinggalkan la sekejap "buah hati" Atin tu.,"Nasihat Aini lembut.


"Ha!!6.30?!! ",terus dia melompat bangun menghilang ke bilik air.Tidak lama kemudian dia kembali semula ke bilik dengan wajah basah dengan air wuduk dan singgah sebentar di laptopnya,"Ya Allah Atin,dah lewat sangat ni.Janganlah singgah2 lagi.Tingalkan laptop tu,"Aini mengeraskan sedikit suaranya.

Marah benar dia melihat Atin seperti mempermainkan- mainkan ibadah wajib itu,"Sabar la,nak bagi tau kat kawan-kawan ni suruh tunggu sekejap la.,"Atin menjawab geram dan terus menghilang ke bilik solat.

Aini hanya menggeleng melihat kerenah rakan sebiliknya itu.Kedudukan Atin sebagai anak tunggal menjadikannya seorang yang manja dan mudah merajuk.Pantang ditegur,pasti akan mencebik wajahnya.Pening Aini nak memujuknya semula.


6.35 Petang.

Ee,tak habis-habis membela nenek sorang ni.ngomel Atin sendirian sambil melangkah ke bilik solat.Dia melangkah sambil sengaja menghentak-hentak kakinya.Tiba- tiba .."Aduh!!!", Atin jatuh terlentang.Kakinya tergelincir terpijak kain bajunya yang tidak berlipat bertaburan di bilik solat.Kepalanya terhentak ke lantai.Dunia gelap tiba-tiba.

Selasa
8.00 pagi

"Yassin..wal quranil hakim.."

Kedengaran bacaan yassin sayup-sayup ditelinganya. Atin membuka matanya perlahan.Kepalanya terasa berpinar-pinar. Dia mendapati dirinya sedang terbaring di ruang tamu sambil dikelilingi orang ramai.Bacaan surah yassin semakin jelas kedengaran,bukan seorang tetapi hampir semua orang yang berada di situ membacanya.Dia bingung.


"Boleh lah kita mandikan sekarang.Sebelum zohor juga kena dikebumikan. ".

Suara Aiman tu.Apa yang presiden ni buat kat rumah aku ni??,Atin semakin kebingungan. Diteliti satu persatu wajah insan di sekelilingnya. Tiba-tiba pandangannya terhenti.

Aini!!

Aini duduk berhampiran kepalanya sambil tunduk memegang kitab yassin dan membacanya perlahan.Dilihatnya ada air mata mengalir di pipi sahabatnya itu.

Ditoleh pula di sebelah kirinya,Kelihatan kesemua teman serumahnya yang lain jaga sedang tunduk membaca Surah Yassin disisinya.Hampir semua teman seperantauannya ada di di sini.


Tiba-tiba terasa dirinya diangkat perlahan .
"Angkat perlahan-lahan, bawa ke luar,kami dah sediakan semua bahan yang diperlukan di sana.,"

Sekali lagi terdengar suara Aiman memberi arahan.Aini, Lina dan teman-teman serumah dan beberapa akak senior mengangkatnya ,perlahan dan berhati-hati sekali.Dia terasa tubuhnya di bawa perlahan menuju ke luar rumah.

Kemudian terasa dirinya diletakkan semula di dalam suatu bekas seperti sebuah kotak panjang yang diperbuat daripada aluminum yang terletak di luar rumah.Sejuk! !.Dingin terasa Tatkala saja tubuhnya menyentuh permukaan bekas itu.Dia menjadi semakin kebingungan.



"Eh,kenapa ni.Apa yang korang semua nak buat kat Atin ni??." tanyanya kebingungan. Dipandang satu persatu wajah di sekelilingnya. Menanti jawapan keluar dari bibir salah seorang daripada sahabat-sahabatnya itu.

Namun...semua diam membisu,tiada siapa yang menghiraukan pertanyaannya. Seakan-akan mereka tidak mendengar soalannya.



Geram terasa,malas menanti jawapan dari rakan-rakannya itu,lantas dia cuba untuk bangun,tetapi badannnya seakan-akan mengeras,tidak boleh digerakkan.Sekali lagi dia berusaha untuk bangun,cuba digerakkan kaki juga tangannya.

Keras!!.

Walaupun hanya satu jari,tidak mampu untuk digerakkan.Atin menjadi semakin kalut,dia takut menanti apa yang bakal dilakukan oleh sahabat-sahabatnya itu yang kelihatan sibuk berbincang dan menyiapkan sesuatu.Sedang dia kalut berusaha untuk bangun,kelihatan tempat itu ditutupi dengan kain.Seperti tirai.Tempat itu menjadi seperti sebuah bilik kecil,seolah- olah wad di hospital.

Dia makin kebingungan.

"Aini!!Kenapa ni!!!.Apa yang Aini nak buat kat Atin...???! ,"Jeritnya pada Aini..Tiada respon.

"Baiklah,kita mulakan sekarang,Bismillah, ". Kedengaran suara Aini membaca sesuatu sambil mejirus perlahan air ke atas tubuhnya yang hanya ditutupi dengan sehelai kain batik.

"Aduh!Sejukkkkkkk! !!!!!!!!Sakitnya aaaaaaaaaaaaa! !Ya Allah!!!",Atin menjerit sekuat-kuat hatinya sebaik sahaja jirusan air menyentuh tubuhnya.Air dingin itu terasa seperti kejutan elektrik .Badannya juga terasa sakit-sakit seperti disiat-siat. Sakitnya berbeza sekali.

"korang nak bunuh Atin ke ha!!" tengkingnya sambil mengerang kesakitan.Sedangkan selama ni,tubuhnya biasa saja apabila disentuh air.Tetapi kali ini,walau setitis air pun terkena tubuhnya,terasa keperitan yang amat sekali .Jirusan demi jirusan disiram perlahan atas tubuh kakunya itu.

"Berhentiiii! !!"

"Ya Allah!,sakitnya! !",Atin menjerit2 kesakitan bercampur kesejukkan yang amat.Tapi tidak seorang pun yang ada disitu menghiraukannya. Perlahan- lahan tubuhnya terus dibersihkan. Masing-masing senyap dan tekun melakukan tugas mereka.

"Kenapa korang mandikan Atin ni,??!Tahula Atin mandi sendiri nanti!!Ya Allah,sejuknya! !.,"

Dia terus menjerit dan meronta-ronta. Sekali lagi dia cuba untuk bangun,tapi tidak temampu.Badannya seakan-akan lumpuh.Dia berusaha lagi,tapi tetap tidak berhasil,seluruh tubuhnya kaku,tidak mampu untuk digerakkan walau seinci.

Dia pasrah .;..
"mak..ayah.. tolong Atin.."
Tangisnya hiba.
Proses memandikannya tetap terus di jalankan.Dia hanya mampu menangis dan memandang sayu satu-persatu wajah rakan-rakan yang sedang memandikannya. Tiada siapa pun yang mendengar tangisannya. Walaupun seorang!


9.oo pagi

Proses memandikannya sudahpun selesai..Tetapi tangisannya masih tidak berhenti.Badannnya di angkat semula dan ditutupi dengan sehelai kain kering.Tirai yang menutup tempat yang memandikannya di buka.Perlahan- lahan tubuhnya di bawa masuk ke dalam rumah semula.Beberapa helai kain putih kelihatan sudahpun terbentang di tempat pembaringannya tadi.Macam pernah dilihatnya kain putih itu.Itu....kain. ..

YA Allah!!!.KAIN KAPAN!!.
Dia terpana seketika.

"Aku.....aku dah mati??Aku DAH MATI ??!!Tidaaaaaaaak! !!!!!!",Atin menjerit semahunya dan meronta-meronta. Tapi seperti tadi,dia tidak mmpu menggerakkan walau seinci pun tubuhnya.

"Kullu nafsin dzaaiqatul maut..." (Al Ankabut : 57, Ali
Imran : 185)

Janji Allah kini terbukti.

Perlahan-lahan tubuhnya,sebetulnya ,MAYATNYA di letakkan di atas pembaringan yang beralas lapisan-lapisan kain putih di ruang tamu.

"Tidak!!!Aku tak nak mati lagi!!," Atin menangis ,meraung dan meronta semahunya.

Proses pengkapanan tetap diteruskan.Jeritan dan raungannya,tiada siapa yang dengar.Sehelai demi sehelai kain putih menutupi tubuhnya dan di ikat kemas di beberapa bahagian tubuhnya.haruman air mawar dan kapur barus menusuk hidungnya.

Bau yang dulu amat dibencinya,kini bau itulah yang menjadi pewangi tubuhnya.Proses pengkapannya selesai.Hanya wajahnya sahaja yang dibiar terbuka.Dia masih lagi menangis.


"Aini...tolonglah Atin,Atin minta maaf sangat-sangat sebab selalu tak dengar nasihat Aini.Aini..Atin tak nak mati lagi..,Aini. ..Tolonglah. ."..rayunya pilu pada Aini yang setia duduk disisinya.Aini hanya memandang sayu ke arahnya.Matanya merah.Dia mengharap Aini mendengar suaranya.

Aini kemudian dia tunduk semula meneruskan pembacaan Surah Yassin.Langsung tidak mengendahkan rayuannya.

"Aini!!!Dengar tak!!!!Atin tak nak mati lagiiiiiiii! !!,"dia menjerit-jerit dalam raung tangis yang sungguh memilukan.Aini tetap tunduk membaca kitab yassin di tangannya.Atin sekali lagi cuba meronta.Dia ingin bangun.Tapi, sia-sia

11.00 PAGI

"Kedua ibu bapanya akan tiba sebentar lagi.Sudah sampai di lapangan terbang.Kita nak bawa ke kubur dulu atau tungu saja di sini??,"
"Saya rasa ,kita bawalah dulu ke tanah perkuburan,kita tunggu kedua ibu bapanya di sana.Hampir zohor ni.Hari pun nampak seperti nak hujan.,"

Kedengaran suara Aiman berbual dengan seorang lelaki di situ.
Mak??Ayah??! !Meraka akan datang sebentar lagi.Dia lega seketika.Tidak lama,die terkaku .


TANAH PERKUBURAN!!
"Aku....".
"aku,benar-benar sudah mati??

Terbayang satu persatu segala perbuatan dan amalannya sepanjang 20 tahun kehidupannya.
Sikit sekali kebaikkan yang telah dia lakukan.Dosa pula,tidak terkira banyaknya.

Terbayang pula api neraka yang menjulang_julang. Teringat pula azab-azab Allah yang selalu dia terbaca dan terdengar.

Dia meraung semahu-mahunya. Ketakutan menyelubungi dirinya.Ketakutan yang teramat sangat.

Ya Allah!
aku seringkali ingkar perintahMu ,dosaku tidak terhitung banyaknya
Jangnlah kau cabut nyawaku sekarang,berilah aku kesempatan untuk menyucikan diri ini
aku tak nak mati lagi

Dia teresak-esak merayu dan berdoa.

Ya Allah......Hidupkan lah aku walau seketika,walau sesaat pun.
Ya Allah!!!!!!! !,ampunkan dosaku!!!!!! !!!!!

dia menangis semahu-mahunya. Penyesalannya kini tiada gunanya.

Disaat manusia terlena dengan mimpi-mimpinya yang indah hanyalannya yang manis dan angan-angannya yang membuai, tiba-tiba sang maut datang, sang ajal tiba, sang pemutus kenikmatan hadir menghancurkan semua impiannya, mengubur semua angan-angannya, saat itulah ia sedar bahawa apa yang ia lakukan selama ini sia-sia dan ia berharap untuk kembali ke dunia mengulangi kembali perjalan kehidupannya dengan berbuat amal baik.

(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seorang dari mereka, dia berkata:"Ya Rabbku kembalikanlah aku (ke dunia), (QS. 23:99)

agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkan saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitan. (QS. 23:100)

Sedang dia terus meratap dan menangis,terasa dahinya dikucup lembut.Aini! !Merah matanya merenung wajahnya.Terasa wajahnya diusap lembut.Dengan suara yang tersekat-sekat ,penuh kesayuan,Aini berbisik

"Wahai sahabatku sayang..sudahku maafkan segala kesalahan-kesalahan mu padaku.Ku doakan,Semoga dirimu aman dan tenang bersemadi menghadap sang pencinta .

Semoga dirimu ditempatkan bersama orang-orang yang soleh.Tidurlah dengan tenang dan aman..., Fatin Nadia..,sahabatku. .," satu lagi kucupan lembut hinggap di dahinya.Terus saja Aini bingkas bangun lari pergi darinya.Terdengar sayup esakkannya dari kejahuan.Atin menangis semahu-mahunya.


"Aini..Atin sayang Aini..terima kasih kerana sudi memaafkan segala kesalahan sahabatmu ini,maafkan Atin...."

Dia terus menangis dan meraung.Tetapi kini,sesalan sudah tiada gunanya lagi.Seorang demi seorang rakan-rakan perempuan yang lain mengucup lembut dahi dan merenung wajahnya buat kali terakhir.

Dia hanya mampu menangis dan merenung wajah sahabat2nya dengan pndangan sayu dalam esak tangis yang tiada henti-henti. .Kehidupannya di dunia sudah pun berakhir,tugasnya juga sebagai kahlifah di muka bumi,sudahpun terhenti.Kini segala-galanya sudah berakhir.


12.00 tengah hari.

Redup dedaunan hijau pokok memenuhi tanah perkuburan.Guruh dilangit sayup kedengaran.Suasana tanah perkuburan sepi dan tenang sekali.Penghunia- penghuni negara abadi ini senyap di pembaringan mereka.

Dari tanah kita diciptakan dan di dalamnya juga kita akan dikembalikan.

Dan kini,aku kan di kembalikan dan dipulangkan kepada sang pencipta.Aku akan ditinggalkan sendirian.Dalam kubur.Dalam kegelapan.Keseorang an...
Tangisan dan raungannya kini....Tiada siapa pun yang akan mendengarnya
Terasa hangat kepanasan api neraka menantinya.. ....

Ku Merintih, Aku Menangis,
Ku Meratap, Aku Mengharap,
Ku Meminta Dihidupkan Semula,
Agar Dapat Kembali Ke Dunia Nyata,

Perjalanan Rohku,
Melengkapi Sebuah Kembara,
Singgah Di Rahim Bonda,
Sebelum Menjejak Ke Dunia,
Menanti Di Barzakh,
Sebelum Berangkat Ke Mahsyar,
Diperhitung Amalan,
Penentu Syurga Atau Sebaliknya,

Tanah Yang Basah Berwarna Merah,
Semerah Mawar Dan Jugak Rindu,
7 Langkah Pun Baru Berlalu,
Susai Talkin Penanda Syahdu,
Tenang Dan Damai Di Pusaraku,
Nisan Batu Menjadi Tugu,
Namun Tak Siapa Pun Tahu Resah Penantianku,

Terbangkitnya Aku Dari Sebuah Kematian,
Seakan Ku Dengari,
Tangis Mereka Yang Ku Tinggalkan,
Kehidupan Disini Bukan Suatu Khayalan x2
Tetapi Ia Sebenar Kejadian x2

Kembali Oh Kembli,
Kembalilah Kedalam Diri,
Sendirian Sendiri,
Sendiri Bertemankan Sepi,
Hanya Kain Putih Yang Membaluti Tubuhku,
Terbujur Dan Kaku,
Jasad Terbujur Didalam Keranda Kayu,

Ajal Yang Datang Dibuka Pintu ,
Tiada Siapa Yang Memberi Tahu,
Tiada Siapa Pun Dapat Hindari,
Tiada Siapa Yang Terkecuali,
Lemah Jemari Nafas Terhenti,
Tidak Tergambar Sakitnya Mati,
Cukup sekali Jasadku Untuk Mengulangi,

Jantung Berdenyut Kencang,
Menantikan Malaikat Datang,
Mengigil Ketakutan Gelap Pekat Dipandangan,
Selama Ini Diceritakan x2
Kini Aku Merasakan x2
Dialam Barzakh Jasad Dikebumikan x2

Ku Merintih, Aku Menangis,
Ku Meratap, Aku Mengharap,
Ku Meminta Dihidupkan Semula,
Agar Dapat Kembali Ke Dunia Nyata,

Menanti di Barzakh:Far East



Hasil Nukilan : Nur Hanisah Mansor

No comments: